Monday, June 29, 2026

Hasil survey Mahasiswa ITB

 Beberapa waktu yang lalu saya melakukan survey ringan terhadap para mahasiswa Agroklimatologi, mata kuliah  yang saya ampu. Pertanyaan pertanyaan yang saya ajukan relatif mudah dan instrumen penghitungnya pun telah tersedia di internet. Hasilnya bisa dilihat berikut ini:

 Hasil survei menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran yang baik mengenai jejak karbon dan pentingnya pengurangan emisi. Sebagian besar responden mampu mengidentifikasi sumber emisi dalam kehidupan sehari-hari serta mengusulkan berbagai tindakan, seperti menghemat energi, menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, melakukan penghijauan, dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Temuan ini merupakan modal awal yang sangat berharga dalam membangun budaya rendah karbon di kalangan generasi muda.

Namun, tantangan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan hanya melalui perubahan perilaku individu. Krisis iklim merupakan persoalan global yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, generasi muda perlu melangkah lebih jauh, tidak hanya menjadi pelaku pengurangan emisi, tetapi juga menjadi pencipta solusi. Mahasiswa teknik dapat mengembangkan teknologi energi bersih dan industri rendah karbon, mahasiswa agroklimatologi dapat merancang sistem pertanian adaptif dan rendah emisi, mahasiswa informatika dapat membangun kecerdasan buatan untuk pemantauan lingkungan, sementara mahasiswa ekonomi, hukum, dan ilmu sosial dapat memperkuat kebijakan, pembiayaan hijau, serta tata kelola pembangunan berkelanjutan.

Perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk bertindak. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan, bukan sekadar memperoleh gelar. Bangun kolaborasi lintas disiplin, manfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan jadilah penggerak aksi iklim di lingkungan kampus maupun masyarakat. Masa depan Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim tidak ditentukan oleh besarnya tantangan yang dihadapi, melainkan oleh kualitas generasi mudanya dalam mengubah tantangan tersebut menjadi peluang melalui karya, integritas, dan aksi nyata. Mari melakukan Aksi Iklim secara nyata agar hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam berbagai skala ruang dan waktu.

Thursday, June 4, 2026

Aksi iklim: seruan bagi generasi muda


Kita mengharapkan bahwa para mahasiswa tidak hanya mampu bersuara dan mengemukakan pendapat namun juga diharapkan memberi contoh Aksi Iklim yang bisa mereka lakukan untuk dunia yang lebih baik. Saya sudah membentuk 11 kelompok dengan nama nama kabinet versi mahasiswa masa kini. Nama namanya bisa dilihat pada daftar berikut in:

https://youtu.be/VXdT5VISHRU

https://youtube.com/shorts/qCZwIEK_ZfU?si=lHUwgU2bee0HTkdJ

https://youtu.be/AdKgb6e46RE

https://bit.ly/AksIIklim_KabinetKaryaMandala

https://youtu.be/HmCQgg8qSCs

https://youtu.be/DYmirTza4uI

https://youtu.be/kTAstBVarok?si=_k3W7k9CrUWKOH2H

https://drive.google.com/.../1bxW8E8bxVodUnIdtpsy.../view...

https://www.youtube.com/watch?v=ugFAfqkhElc

https://youtu.be/xfV8OE7YPOw?si=IyypWq2USv3SorPB

https://youtube.com/shorts/cufR1twV-eU?si=1wbRvIyvu2Szb-ED

Ajakan untuk melakukan Aksi Iklim ini layak didengar dan dicontoh serta dikerjakan di lapangan sehingga bila setiap mahasiswa dan generasi muda lainnya melakukan satu kebaikan terhadap alam lingkungan maka akan terakumulasi sekumpulan aksi iklim yang masif. Bukankah itu menggembirakan?? Langkah langkahnya sangat ringan dari mulai terkait aktivitas kita sehari hari dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi sampai hal hal yang tidak dilaksanakan secara rutin/insidental/kadangkala. Kalau saudara melihat postingan saya di akun blogspot yang lain, saudara akan melihat bagaimana menghitung emisi karbon saudara menggunakan kalkulator karbon. Jadi?? Yuk, jadikan aksi iklim sebagai keseharian kita dalam mengurangi konsentrasi gas rumah kaca khususnya karbon dioksida di atmosfer. Langkah mudah, tidak perlu keluar biaya bahkan bisa menghemat pengeluaran kita. 

Hasil survey Mahasiswa ITB

 Beberapa waktu yang lalu saya melakukan survey ringan terhadap para mahasiswa Agroklimatologi, mata kuliah  yang saya ampu. Pertanyaan pert...