Tuesday, August 25, 2026

Mengapa banyak pohon berguguran daunnya sekarang??

 Pernahkah dirimu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarmu seperti misalnya pepohonan?? Apa yang dirimu lihat?? Ya, benar ... saat ini terlihat banyak pohon yang daunnya berguguran namun ada sebagian yang tetap hijau dan tumbuh dengan baik dan lihatlah rerumputan, banyak yang sudah mengering. Kenapa?? Tidak lain karena pengaruh ketersediaan air dalam tanah. Rumput mempunyai akar serabut sehingga tidak mampu menjangkau permukaan air dalam tanah sedangkan pohon pohon yang tinggi mempunyai akar tunjang yang menghunjam jauh ke dalam tanah sehingga bisa mencapai permukaan air dalam tanah. Kemarau yang berkepanjangan bisa menyebabkan air permukaan dalam tanah turun sehingga kalau dilihat dari air sumur maka akan terlihat makin dalam permukaan airnya. Sementara itu pohon pohon yang berguguran daunnya menunjukkan bahwa saat ini merupakan puncak musim kemarau dan merupakan upaya dari pepohonan untuk mengurangi jumlah evapotranspirasi atau penguapan yang berlebihan dan menghemat cadangan air dan nutrisi agar tetap bisa bertahan selama kondisi kering saat ini.

Foto kondisi pohon pohon di kampus ITB yang masih menghijau

Bagaimana pula dengan tanaman pangan padi?? Mengapa tidak tumbuh dengan baik saat ini yang bisa mengancam pada penurunan tajam produksi beras nasional?? Tidak lain juga masalah kebutuhan air bagi tanaman tersebut. Akar serabut menyebabkan dia tidak mampu menyerap air dengan baik karena hanya menghunjam di dekat permukaan tanah sedangkan permukaan air tanah makin dalam. Apapun yang dia lakukan tidak akan mampu mengatasi kendala ini maka wajar kalau kemudian dia tidak akan tumbuh dengan baik dan mati secara perlahan lahan. Varietas yang tahan kekeringanpun bila menghadapi kondisi ekstrim tidak akan bisa tumbuh dengan baik bahkan mati. Pengairan intermitent dengan irigasi tetes dan sprinkler untuk tanaman padi bukanlah cara yang umum dipakai di Indonesia. Kalau di negara negara gurun seperti Timur Tengah, cara sprinkler ini merupakan cara yang umum dipakai untuk mengatasi terbatasnya jumlah air tersedia. Pemupukan yang dilakukan untuk menyuburkan tanaman juga terkendala oleh kemampuan menyerap nutrisi tersebut karena tidak adanya air, bahkan dalam kondisi tertentu menyebabkan tanah menjadi lebih panas. 

Cara lain adalah dengan menggunakan sumur bor sehingga bisa memompa air ke permukaan tanah. Water harvesting juga merupakan salah satu langkah yang layak untuk dicoba, hanya masalahnya kita tidak terbiasa untuk melakukan pemanenan air tersebut. Manajemen air harus dilakukan dengan cara berhemat di saat musim hujan sehingga kelebihan airnya bisa digunakan saat musim kemarau. 

Friday, August 21, 2026

Sedekah Ilmu

 Dalam upaya menyebarluaskan keilmuan salah satunya dari kegiatan sedekah ilmu, kami berusaha untuk melakukannya secara rutin dengan membagi buku berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1_gNyw_m3WT5QdZ9b6nJLEkBbnYXniPJt/view?usp=sharing

Semoga ada manfaatnya bagi saudara. 

Friday, July 31, 2026

Dampak psikologis El Nino

 El NiƱo yang disertai dengan Dipole Mode Positif dan terjadi pada musim kemarau kali ini bisa berdampak besar pada berbagai sektor, khususnya pada masalah psikologi masyarakat. Dampak tersebut bisa akibat langsung maupun tidak langsung. Kekeringan yang timbul karena superposisi tiga hal di atas menyebabkan kecemasan sampai depresi bisa terjadi pada orang orang yang rentan. Simak link di bawah ini: 

https://docs.google.com/document/d/1aibkQaHG9mZVO2swz-a2mXuf3qZ-Ffzq/edit?usp=sharing&ouid=101471373772812215266&rtpof=true&sd=true


Saturday, July 25, 2026

Ringkasan buku Memahami Anomali Cuaca dan Iklim

 Beberapa waktu yang lalu saya sudah menerbitkan buku tentang Memahami Anomali Cuaca dan Iklim dengan Penerbit ITB dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berikut ini adalah sedikit ringkasan terhadap buku tersebut meski harus dipahami belum mencerminkan 100% buku tersebut. Bila ingin tahu lebih lanjut tentang buku tsb, silahkan pesan ke Penerbit ITB. Yuk simak ringkasan tersebut:

https://docs.google.com/document/d/1bUYAzHgdQwgp4lfCVNGzvy0HBm_94Y95/edit?usp=sharing&ouid=101471373772812215266&rtpof=true&sd=true

Semoga apa yang saya sampaikan dalam ringkasan di atas bisa membawa pencerahan baru bagi kita semua dan memberi maslahat / kebaikan bersama.

Tuesday, July 21, 2026

Perbandingan Emisi Karbon Mahasiswa

Hasil perbandingan jejak karbon antara peserta mata kuliah Agrometeorologi, Agroklimatologi, dan Perubahan Iklim yang dilakukan surveynya pada akhir Mei awal Juni 2026 kemarin bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa agar makin peduli pada lingkungan khususnya pemanasan global dan perubahan iklim. Diharapkan para mahasiswa tersebut akan makin cepat menularkannya kepada keluarga dan Masyarakat melalui kegiatan kadarling (keluarga sadar lingkungan) dan massalim (Masyarakat sadar cuaca dan iklim) yang telah kami gelorakan Bersama dengan para mahasiswa dan kelompok muda lainnya melalui para dosen ITB. Terkait dengan 2 hal ini bisa anda peroleh informasinya dalam blogspot saya yang lain yakni djokowiratmo.blogspot.co.id. Selengkapnya perbandingan survey tersebut bisa saudara lihat pada link:  

https://docs.google.com/document/d/1Cmp4wmP0QHKIpRXoghUFNOuAv7jCL429/edit?usp=sharing&ouid=101471373772812215266&rtpof=true&sd=true

Terkait temuan menarik ini, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan kepada diri saya atau para mahasiswa kami. 

 

Mengapa banyak pohon berguguran daunnya sekarang??

 Pernahkah dirimu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarmu seperti misalnya pepohonan?? Apa yang dirimu lihat?? Ya, benar ... saat ini ter...