El Niño yang disertai dengan Dipole Mode Positif dan terjadi pada musim kemarau kali ini bisa berdampak besar pada berbagai sektor, khususnya pada masalah psikologi masyarakat. Dampak tersebut bisa akibat langsung maupun tidak langsung. Kekeringan yang timbul karena superposisi tiga hal di atas menyebabkan kecemasan sampai depresi bisa terjadi pada orang orang yang rentan. Simak link di bawah ini:
CLEARING HOUSE ANOMALI CUACA DAN IKLIM.com
Obyektif, Independen, Mencerdaskan
Friday, July 31, 2026
Saturday, July 25, 2026
Ringkasan buku Memahami Anomali Cuaca dan Iklim
Beberapa waktu yang lalu saya sudah menerbitkan buku tentang Memahami Anomali Cuaca dan Iklim dengan Penerbit ITB dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berikut ini adalah sedikit ringkasan terhadap buku tersebut meski harus dipahami belum mencerminkan 100% buku tersebut. Bila ingin tahu lebih lanjut tentang buku tsb, silahkan pesan ke Penerbit ITB. Yuk simak ringkasan tersebut:
Semoga apa yang saya sampaikan dalam ringkasan di atas bisa membawa pencerahan baru bagi kita semua dan memberi maslahat / kebaikan bersama.
Tuesday, July 21, 2026
Perbandingan Emisi Karbon Mahasiswa
Hasil perbandingan jejak karbon antara peserta mata kuliah Agrometeorologi, Agroklimatologi, dan Perubahan Iklim yang dilakukan surveynya pada akhir Mei awal Juni 2026 kemarin bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa agar makin peduli pada lingkungan khususnya pemanasan global dan perubahan iklim. Diharapkan para mahasiswa tersebut akan makin cepat menularkannya kepada keluarga dan Masyarakat melalui kegiatan kadarling (keluarga sadar lingkungan) dan massalim (Masyarakat sadar cuaca dan iklim) yang telah kami gelorakan Bersama dengan para mahasiswa dan kelompok muda lainnya melalui para dosen ITB. Terkait dengan 2 hal ini bisa anda peroleh informasinya dalam blogspot saya yang lain yakni djokowiratmo.blogspot.co.id. Selengkapnya perbandingan survey tersebut bisa saudara lihat pada link:
Terkait temuan menarik ini, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan kepada diri saya atau para mahasiswa kami.
Monday, June 29, 2026
Hasil survey Mahasiswa ITB
Beberapa waktu yang lalu saya melakukan survey ringan terhadap para mahasiswa Agroklimatologi, mata kuliah yang saya ampu. Pertanyaan pertanyaan yang saya ajukan relatif mudah dan instrumen penghitungnya pun telah tersedia di internet. Hasilnya bisa dilihat berikut ini:
Hasil survei menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran yang baik mengenai jejak karbon dan pentingnya pengurangan emisi. Sebagian besar responden mampu mengidentifikasi sumber emisi dalam kehidupan sehari-hari serta mengusulkan berbagai tindakan, seperti menghemat energi, menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, melakukan penghijauan, dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Temuan ini merupakan modal awal yang sangat berharga dalam membangun budaya rendah karbon di kalangan generasi muda.
Namun, tantangan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan hanya melalui perubahan perilaku individu. Krisis iklim merupakan persoalan global yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, generasi muda perlu melangkah lebih jauh, tidak hanya menjadi pelaku pengurangan emisi, tetapi juga menjadi pencipta solusi. Mahasiswa teknik dapat mengembangkan teknologi energi bersih dan industri rendah karbon, mahasiswa agroklimatologi dapat merancang sistem pertanian adaptif dan rendah emisi, mahasiswa informatika dapat membangun kecerdasan buatan untuk pemantauan lingkungan, sementara mahasiswa ekonomi, hukum, dan ilmu sosial dapat memperkuat kebijakan, pembiayaan hijau, serta tata kelola pembangunan berkelanjutan.
Perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk bertindak. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan, bukan sekadar memperoleh gelar. Bangun kolaborasi lintas disiplin, manfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan jadilah penggerak aksi iklim di lingkungan kampus maupun masyarakat. Masa depan Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim tidak ditentukan oleh besarnya tantangan yang dihadapi, melainkan oleh kualitas generasi mudanya dalam mengubah tantangan tersebut menjadi peluang melalui karya, integritas, dan aksi nyata. Mari melakukan Aksi Iklim secara nyata agar hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam berbagai skala ruang dan waktu.
Thursday, June 4, 2026
Aksi iklim: seruan bagi generasi muda
Kita mengharapkan bahwa para mahasiswa tidak hanya mampu bersuara dan mengemukakan pendapat namun juga diharapkan memberi contoh Aksi Iklim yang bisa mereka lakukan untuk dunia yang lebih baik. Saya sudah membentuk 11 kelompok dengan nama nama kabinet versi mahasiswa masa kini. Nama namanya bisa dilihat pada daftar berikut in:
https://youtube.com/shorts/qCZwIEK_ZfU?si=lHUwgU2bee0HTkdJ
https://bit.ly/AksIIklim_KabinetKaryaMandala
https://youtu.be/kTAstBVarok?si=_k3W7k9CrUWKOH2H
https://drive.google.com/.../1bxW8E8bxVodUnIdtpsy.../view...
https://www.youtube.com/watch?v=ugFAfqkhElc
Dampak psikologis El Nino
El Niño yang disertai dengan Dipole Mode Positif dan terjadi pada musim kemarau kali ini bisa berdampak besar pada berbagai sektor, khususn...
-
Beberapa waktu terakhir perkembangan teknologi informasi begitu meningkat pesat. Perubahan informasi terjadi dalam hitungan detik dan itu b...
-
Hari ini tadi saya membaca artikel dengan link di bawah ini: Hujan Jakarta Disebut Ada Kandungan Mikroplastik, DLH: Alarm Lingkungan Seben...
-
Beberapa hari terakhir, jagat informasi di Indonesia dipenuhi oleh berita berita tentang kebencanaan khususnya bencana hidrometeorologi yan...
.png)