Sunday, May 3, 2026

Memajukan negeri, menguatkan solidaritas sosial

 Perubahan iklim bukan sekadar isu masa depan, melainkan realitas yang telah terjadi di masa lalu, nyata dirasakan pada masa kini, dan akan terus berlanjut di masa mendatang. Sudahkah kita benar-benar siap menghadapinya? Langkah nyata apa yang telah kita lakukan? Belajarlah dari pengalaman masa lalu agar kita mampu menciptakan kondisi masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan.

Setiap tindakan kecil memiliki dampak besar. Oleh karena itu, gunakan seluruh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai untuk membangun serta mengembangkan keunggulan kompetitif, baik di masa kini maupun di masa depan. Langkah-langkah sederhana seperti menghemat energi, menjaga penggunaan air, dan mengelola pangan secara bijaksana merupakan bentuk kontribusi nyata yang sangat berarti.

Generasi muda adalah penentu masa depan sekaligus agen perubahan bagi bangsa Indonesia dan dunia. Karena itu, mulailah menyusun agenda dan program masa depan yang visioner, inovatif, dan revolusioner dengan tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk tantangan global seperti konflik dan perang yang sedang berlangsung saat ini.

Aksi nyata jauh lebih penting daripada sekadar kepedulian tanpa perbuatan. Berbagai bencana yang terjadi di tanah air menjadi ujian bagi kita semua: apakah rasa nasionalisme, kesetiakawanan sosial, persatuan dan kesatuan, serta semangat senasib sepenanggungan dan nilai-nilai kemanusiaan masih benar-benar hidup dalam diri kita.

Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan optimisme, kita pasti mampu menghadapi berbagai tantangan ini. Lokomotif kemajuan bangsa harus berlandaskan pada lima pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat Sumpah Pemuda sebagai perekat persatuan bangsa.

Mari lakukan yang terbaik di setiap momentum kehidupan untuk Indonesia tercinta, demi masa depan NKRI yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Wednesday, February 18, 2026

Mahasiswa Rekayasa Pertanian Beraksi


 Beginilah kalau mahasiswa berpresentasi mengenai masalah iklim yang diterapkan di bidangnya yakni Rekayasa pertanian. Meskipun masih banyak hal harus diperbaiki namun kepercayaan diri mereka luar biasa. Semoga apa yang dijelaskan di kelas membawa dampak positif bagi mereka mereka dalam mengembangkan ilmu dan menerapkannya dalam aktivitas kesehariannya. Yuk simak presentasi mereka dalam link link berikut ini:

1. Afrika Selatan : https://youtu.be/GGj1PinRcsE

2. Amerika Serikat : https://youtu.be/XB-e9Uv9wrU?si=8iXJJufn56BRguJC

3. Argentina : https://youtu.be/dTbpu-32VMA  (data yang digunakan berasal dari jurnal yang tahun penerbitannya 2023)

4. Australia :https://youtu.be/Sh83nah_ePo?si=IM-tzcYyiKnmZe-a

5. Brasil : https://youtu.be/FPPfJkaJ66w?si=cgj_1dQ7EjElJB1WN

6. Kanada : https://youtu.be/YOoRX0CdbKc?si=ifZkK1lAceMY44_S

7. Jerman : https://youtu.be/ZAb8s-sBE5E

8. Prancis : https://youtu.be/tig0-uabVqw?si=l09dBlYAyLb6AILN

9. India : https://youtu.be/jPmMPHSxxfc?si=yFuwhGjzGdPK11PC

10. Indonesia : https://youtu.be/tuBG4ePfN4A

11. Italia : https://youtu.be/cu95RTyTdeo?si=iSfAzfAYMVLmEeeh

12. Jepang : https://youtu.be/buf0GXoAUoQ?si=KQZrJDT05cTaM71_

13. Rusia : https://youtu.be/Fr62RZmam6c?si=O7aF1AYySSQhCIZ-

Monday, December 1, 2025

Tak pernah belajar??

 Beberapa hari terakhir, jagat informasi di Indonesia dipenuhi oleh berita berita tentang kebencanaan khususnya bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ini tidak lain diakibatkan oleh siklon Senyar yang memasuki perairan Indonesia dan sekitarnya khususnya bagian utara. Banyak korban jiwa berjatuhan selain korban harta benda yang tidak sedikit. Banjir bandang akibat hujan deras yang dipicu oleh siklon ini melanda berbagai tempat dan membawa kerusakan yang dahsyat, memutuskan jalur transportasi akibat jembatan terbawa air bah, dan gelondongan kayu hasil penerbangan liar (??) hanyut terbawa kemana mana. Barangkali kita tidak menyadari bahwa kerusakan hutan sudah demikian parah, pembalakan liar dimana mana, dan selama ini masyarakat juga menutup mata akan kejadian di sekitarnya. Bukan karena tidak peduli tetapi karena suara mereka tidak didengar oleh aparat penegak hukum. Ketika APH lebih merapat ke pengusaha dibanding masyarakat maka apapun upaya disampaikan kepada aparatur pemerintah pusat, hasil dan tindaklanjutnya hanya jalan di tempat. Di pusat lebih sibuk berurusan dengan politik tanpa penyelesaian akhir yang memecahkan masalah karena ego pribadi dan kelompok. 

Bayangkan, jutaan hektar lahan di ketiga propinsi tersebut sudah lenyap setiap tahunnya, seperti terlihat pada gambar berikut ini untuk peristiwa tahun 2024. 


Bagaimana tidak sesaknya dada ini melihat angka angka yang demikian fantastis, angkanya mencapai jutaan hektar. Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup diam saja?? Bahkan di lapangan memperparah kondisi tersebut?? Dalam beberapa waktu mendatang, akankah ada yang menyatakan dengan tegas dan gagah berani bahwa SAYALAH YANG BERTANGGUNGJAWAB dan mundur dari jabatannya?!! Waktu yang akan membuktikannya. Tidak hanya menikmati senangnya saja, tetapi juga susahnya. Atau akan diam diam dan ramai ramai cuci tangan dan pura pura tidak tahu serta lempar tanggungjawab?? Dan kemudian menunggu sampai tidak ada pemberitaan media lagi atau sorotan publik ?? Toh nanti badai akan berlalu?? Itu menunjukkan dirimu tidak punya rasa tanggungjawab. Mungkin suatu ketika justru hukum yang berbicara karena sebagian besar orang Indonesia makin menyadari adanya persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan bagi setiap WNI.


Sementara itu, Gambar di atas adalah peta tipe zona musim tahun 1991 sampai 2020, rentang waktu 30 tahun klimatologis. Dengan mengetahui bagaimana pola curah hujan di Indonesia, kita bisa dengan tegas memprakirakan dimana wilayah yang kira kira akan mengalami bencana hidrometeorologis apalagi bila ada data dan informasi lain yang mendukung. Bencana ini disebabkan oleh curah hujan ekstrim, lingkungan rusak, saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, dan perilaku masyarakat sehari hari yang tidak peduli kelestarian lingkungan dan lain lain. Uraian lebih lanjut bisa saudara ikuti pada laman Anomali cuaca dan Iklim Indonesia.com dengan keyword: banjir. 

Sunday, October 19, 2025

Hujan mikroplastik

Hari ini tadi saya membaca artikel dengan link di bawah ini: Hujan Jakarta Disebut Ada Kandungan Mikroplastik, DLH: Alarm Lingkungan Sebenarnya hal ini wajar dan biasa biasa saja namun demikian masyarakat harus dipahamkan kenapa fenomena hujan mikroplastik bisa terjadi. Berikut ini paparan singkatnya.

Semua partikel yang sifatnya mikro apalagi ukurannya kurang dari 0,002 mikron berpotensi untuk melayang layang di atmosfer. Bila partikel tersebut mempunyai sifat higroskopik, artinya bisa menyerap uap air dari sekitarnya/lingkungannya maka dia bisa bertindak sebagai inti kondensasi yang bisa menjadikannya tetes awan. Tetes awan ini bisa membentuk tetes hujan melalui proses tumbukan dan tangkapan. Bila ukurannya sudah mencapai ukuran tetes hujan, kumpulan tetes ini akan menjadi hujan. Kalaupun tidak sampai di tanah dan diuapkan lagi maka menjadi virga. Namun bila dia berada di luar awan, dia bisa tersapu oleh hujan juga dan mencapai permukaan bumi sebagai proses wash out. 

Gambaran di atas untuk awan panas yang suhunya lebih dari 0 derajat Celcius. Bila suhunya kurang dari itu maka bisa jadi inti kondensasi di atas menjadi inti es dan proses hujan es atau salju bisa terbentuk dan hal ini akan mencapai permukaan tanah. 

Dengan demikian kita harus makin menyadarkan masyarakat untuk makin peduli pada masalah pencemaran akibat kehadiran mikroplastik dan berbagai polusi akibat partikel lainnya baik di tanah, air ataupun udara.

Thursday, July 3, 2025

Teknologi dan Bisnis di China

 China merupakan salah satu negara adidaya dunia yang dalam banyak hal patut dicontoh termasuk dalam bidang pertanian. Dengan tantangan alam khususnya iklim tropis sampai luar tropis yang berlaku di China maka terdapat pola tanam yang berbeda, demikian pula jenis komoditas pertaniannya. Perkembangan yang demikian cepat di dunia pertanian dari mulai yang tradisional sampai pada  yang modern menjadikan China merupakan salah satu pengeksport beras dunia yang besar. Berikut ini file yang saudara bisa baca terkait dengan dunia pertanian dan bisnis di China, barangkali akan bisa melihat kearifan lokal mereka dalam keseharian petani mereka. Teknologi dan bisnis di China


Memajukan negeri, menguatkan solidaritas sosial

 Perubahan iklim bukan sekadar isu masa depan, melainkan realitas yang telah terjadi di masa lalu, nyata dirasakan pada masa kini, dan akan ...