Monday, December 1, 2025

Tak pernah belajar??

 Beberapa hari terakhir, jagat informasi di Indonesia dipenuhi oleh berita berita tentang kebencanaan khususnya bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ini tidak lain diakibatkan oleh siklon Senyar yang memasuki perairan Indonesia dan sekitarnya khususnya bagian utara. Banyak korban jiwa berjatuhan selain korban harta benda yang tidak sedikit. Banjir bandang akibat hujan deras yang dipicu oleh siklon ini melanda berbagai tempat dan membawa kerusakan yang dahsyat, memutuskan jalur transportasi akibat jembatan terbawa air bah, dan gelondongan kayu hasil penerbangan liar (??) hanyut terbawa kemana mana. Barangkali kita tidak menyadari bahwa kerusakan hutan sudah demikian parah, pembalakan liar dimana mana, dan selama ini masyarakat juga menutup mata akan kejadian di sekitarnya. Bukan karena tidak peduli tetapi karena suara mereka tidak didengar oleh aparat penegak hukum. Ketika APH lebih merapat ke pengusaha dibanding masyarakat maka apapun upaya disampaikan kepada aparatur pemerintah pusat, hasil dan tindaklanjutnya hanya jalan di tempat. Di pusat lebih sibuk berurusan dengan politik tanpa penyelesaian akhir yang memecahkan masalah karena ego pribadi dan kelompok. 

Bayangkan, jutaan hektar lahan di ketiga propinsi tersebut sudah lenyap setiap tahunnya, seperti terlihat pada gambar berikut ini untuk peristiwa tahun 2024. 


Bagaimana tidak sesaknya dada ini melihat angka angka yang demikian fantastis, angkanya mencapai jutaan hektar. Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup diam saja?? Bahkan di lapangan memperparah kondisi tersebut?? Dalam beberapa waktu mendatang, akankah ada yang menyatakan dengan tegas dan gagah berani bahwa SAYALAH YANG BERTANGGUNGJAWAB dan mundur dari jabatannya?!! Waktu yang akan membuktikannya. Tidak hanya menikmati senangnya saja, tetapi juga susahnya. Atau akan diam diam dan ramai ramai cuci tangan dan pura pura tidak tahu serta lempar tanggungjawab?? Dan kemudian menunggu sampai tidak ada pemberitaan media lagi atau sorotan publik ?? Toh nanti badai akan berlalu?? Itu menunjukkan dirimu tidak punya rasa tanggungjawab. Mungkin suatu ketika justru hukum yang berbicara karena sebagian besar orang Indonesia makin menyadari adanya persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan bagi setiap WNI.


Sementara itu, Gambar di atas adalah peta tipe zona musim tahun 1991 sampai 2020, rentang waktu 30 tahun klimatologis. Dengan mengetahui bagaimana pola curah hujan di Indonesia, kita bisa dengan tegas memprakirakan dimana wilayah yang kira kira akan mengalami bencana hidrometeorologis apalagi bila ada data dan informasi lain yang mendukung. Bencana ini disebabkan oleh curah hujan ekstrim, lingkungan rusak, saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, dan perilaku masyarakat sehari hari yang tidak peduli kelestarian lingkungan dan lain lain. Uraian lebih lanjut bisa saudara ikuti pada laman Anomali cuaca dan Iklim Indonesia.com dengan keyword: banjir. 

Sunday, October 19, 2025

Hujan mikroplastik

Hari ini tadi saya membaca artikel dengan link di bawah ini: Hujan Jakarta Disebut Ada Kandungan Mikroplastik, DLH: Alarm Lingkungan Sebenarnya hal ini wajar dan biasa biasa saja namun demikian masyarakat harus dipahamkan kenapa fenomena hujan mikroplastik bisa terjadi. Berikut ini paparan singkatnya.

Semua partikel yang sifatnya mikro apalagi ukurannya kurang dari 0,002 mikron berpotensi untuk melayang layang di atmosfer. Bila partikel tersebut mempunyai sifat higroskopik, artinya bisa menyerap uap air dari sekitarnya/lingkungannya maka dia bisa bertindak sebagai inti kondensasi yang bisa menjadikannya tetes awan. Tetes awan ini bisa membentuk tetes hujan melalui proses tumbukan dan tangkapan. Bila ukurannya sudah mencapai ukuran tetes hujan, kumpulan tetes ini akan menjadi hujan. Kalaupun tidak sampai di tanah dan diuapkan lagi maka menjadi virga. Namun bila dia berada di luar awan, dia bisa tersapu oleh hujan juga dan mencapai permukaan bumi sebagai proses wash out. 

Gambaran di atas untuk awan panas yang suhunya lebih dari 0 derajat Celcius. Bila suhunya kurang dari itu maka bisa jadi inti kondensasi di atas menjadi inti es dan proses hujan es atau salju bisa terbentuk dan hal ini akan mencapai permukaan tanah. 

Dengan demikian kita harus makin menyadarkan masyarakat untuk makin peduli pada masalah pencemaran akibat kehadiran mikroplastik dan berbagai polusi akibat partikel lainnya baik di tanah, air ataupun udara.

Thursday, July 3, 2025

Teknologi dan Bisnis di China

 China merupakan salah satu negara adidaya dunia yang dalam banyak hal patut dicontoh termasuk dalam bidang pertanian. Dengan tantangan alam khususnya iklim tropis sampai luar tropis yang berlaku di China maka terdapat pola tanam yang berbeda, demikian pula jenis komoditas pertaniannya. Perkembangan yang demikian cepat di dunia pertanian dari mulai yang tradisional sampai pada  yang modern menjadikan China merupakan salah satu pengeksport beras dunia yang besar. Berikut ini file yang saudara bisa baca terkait dengan dunia pertanian dan bisnis di China, barangkali akan bisa melihat kearifan lokal mereka dalam keseharian petani mereka. Teknologi dan bisnis di China


Hasil survey Perubahan Iklim ITB Juni 2025

Telah dilakukan survey terhadap semua peserta mata kuliah Perubahan Iklim di ITB  yang berjumlah 84 orang dari 8 fakultas 2 minggu yang lalu. Hasil kuesioner dapat disimak dari keterangan di bawah ini.

1.       Variasi Jejak Karbon dan Kesadaran Diri.   Mahasiswa melaporkan jejak karbon tahunan yang sangat beragam, mulai dari  <1 ton CO₂-eq hingga >8000 ton CO₂-eq. Perbedaan ini menunjukkan:- Ketidaksamaan gaya hidup (transportasi, konsumsi makanan, penggunaan listrik).- Ketimpangan persepsi atau pemahaman dalam menghitung jejak karbon pribadi. Bahkan mahasiswa dengan jejak rendah tetap bertekad menguranginya. Ini menandakan tumbuhnya tanggung jawab kolektif, bukan hanya reaktif terhadap angka tinggi. Namun angka yang sangat besar atau maksimum jejak karbon ini bisa merupakan angka ngawur yang diisikan satu mahasiswa dan tidak menggunakan metode perhitungan yang telah disampaikan dalam kuesioner. 

2.       Langkah-Langkah Nyata yang Membumi.  Secara kolektif, mahasiswa menuliskan aksi-aksi sederhana yang luar biasa bermakna jika dilakukan secara massal:- Berjalan kaki, menanam pohon, hemat listrik dan air- Pola makan nabati dan pengurangan konsumsi daging merah - Penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik - Pemilahan sampah dan daur ulang - Pengendalian konsumsi digital dan fast fashion Dari hal di atas kita melihat  mereka membuktikan bahwa pengurangan emisi tidak memerlukan teknologi canggih—cukup dimulai dari pilihan sehari-hari. Sederhana, tapi berdampak.

3.        Keterkaitan Program Studi dan Industri.  Mahasiswa mampu menghubungkan studi mereka dengan industri nyata—baik itu energi, otomotif, properti, keuangan, hingga teknologi informasi. Mereka juga mencantumkan: - Jejak karbon industri (dengan rujukan literatur) - Strategi dekarbonisasi yang dilakukan perusahaan, mulai dari  Carbon Capture, bioenergi, efisiensi energi, hingga perubahan rantai pasok. Mereka tak hanya "kuliah"—mereka membayangkan diri mereka sebagai aktor perubahan dalam sistem industri. Hal ini menunjukkan kesiapan generasi muda untuk tidak hanya ikut serta, tetapi juga mengintervensi jalannya perubahan global.

4.       Semangat Kolektif dan Kepemimpinan Iklim.  Banyak mahasiswa menyatakan bahwa perubahan gaya hidup mereka terinspirasi oleh kesadaran sosial dan tanggung jawab global. Beberapa bahkan mengusulkan: - Aksi kolektif melalui kampus, komunitas, atau digital carbon tracking- Inisiatif partisipatif seperti bank sampah, reforestasi, dan perubahan konsumsi massal Mereka memposisikan diri sebagai agen perubahan. Jika dunia ingin keluar dari krisis iklim, keberanian mahasiswa untuk bertindak sekarang dan saat ini  adalah aset paling berharga.

Renungan bagi Kita Semua Apa yang tampak sebagai tugas kuliah biasa justru memancarkan kekuatan ide dan ketulusan nurani. Di tengah tantangan iklim, generasi muda tidak pasif. Mereka berpikir, bertindak, dan menantang struktur yang ada. “Kami mungkin tidak punya kekuasaan… tapi kami punya suara, aksi, dan harapan.” Masyarakat Indonesia dan dunia sebaiknya tidak hanya mendengar, tetapi belajar dari mereka—karena kadang solusi besar lahir dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

  

Thursday, May 22, 2025

Mensinergikan kegiatan tridarma PT dalam aktivitas keseharian pada berbagai skala

 Berikut ini disampaikan konsep kegiatan tridarma PT versiku yang diharapkan bisa menginspirasi rekan yang lain untuk turut bersinergi menggapai tujuan kegiatan ini. Aktivitas yang dipilih melalui pendidikan dan pelayanan masyarakat (dikyanmas), litabmas (penelitian dan pemberdayaan masyarakat),  kaji tindak, dan kegiatan pengabdian lainnya. Memberdayakan masyarakat sekaligus juga meningkatkan kualitas penelitian pada berbagai skala ruang dan waktu, serta memperbaiki kualitas diri dan lingkungan dalam mengajar dan menyampaikan materi sehingga selalu up to date. Simak sampai akhir ya. 

Konsep ini akan bisa bertambah menggurita dan mudah dilaksanakan jika memegang posisi sebagai pimpinan secara struktural baik di dalam maupun di luar kampus. Replikasi replikasi di tempat lain bisa makin menambah manfaat bagi dunia PT, pemerintah pusat dan daerah, swasta/industri, serta masyarakat dengan tak lupa menggandeng juga rekan rekan media masa. 


Tak pernah belajar??

 Beberapa hari terakhir, jagat informasi di Indonesia dipenuhi oleh berita berita tentang kebencanaan khususnya bencana hidrometeorologi yan...